
KMTETI News
Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

Upaya penerapan hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali diwujudkan melalui pemanfaatan kendaraan listrik di lingkungan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik UGM menyerahkan kendaraan listrik GATe-eKarsa kepada RSA UGM dalam kegiatan yang berlangsung di Joglo Kumbakarna RSA UGM, Rabu (22/7). Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua DTETI FT UGM, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.E., Ph.D., IPM., SMIEEE., kepada Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B. Subsp. Onk (K). GATe-eKarsa dikembangkan oleh tim peneliti DTETI FT UGM yang dipimpin Ir. Eka Firmansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., sebagai solusi transportasi untuk kawasan dengan kebutuhan mobilitas khusus, termasuk lingkungan rumah sakit.
Pengembangan kendaraan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan RSA UGM terhadap moda transportasi yang aman, nyaman, efisien, sekaligus lebih ramah lingkungan. Nama eKarsa sendiri merupakan singkatan dari kendaraan elektrik RSA. Dalam perancangannya, berbagai aspek seperti ergonomi, keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan menjadi pertimbangan utama agar kendaraan dapat mendukung aktivitas di kawasan rumah sakit. GATe-eKarsa juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan kendaraan listrik oleh Fakultas Teknik UGM. Sejak 2012, berbagai inovasi kendaraan listrik telah dikembangkan, termasuk Mobil Semar yang ditujukan untuk kawasan terbatas. Pengembangan tersebut kemudian dilanjutkan melalui GATe (Gadjah Mada Airport Transporter) pada 2014 untuk memenuhi kebutuhan transportasi di bandar udara dan sektor pariwisata.
RSA UGM menyambut positif hadirnya GATe-eKarsa dan melihat kolaborasi dengan DTETI sebagai peluang untuk memperluas kegiatan pendidikan, penelitian, serta penerapan teknologi di bidang kesehatan. Selain mendukung operasional rumah sakit, kendaraan ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dan objek penelitian lintas disiplin. Ke depan, RSA UGM berpotensi dikembangkan sebagai living laboratory bagi sivitas akademika UGM. Berbagai inovasi dapat diuji dan dikembangkan, mulai dari sistem kendaraan listrik, manajemen energi, Internet of Things (IoT), hingga teknologi cerdas untuk mendukung konsep rumah sakit masa depan.
Prof. Hanung berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pemanfaatan GATe-eKarsa, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dalam pendidikan, penelitian, dan implementasi teknologi. Ia juga berharap RSA UGM dapat menjadi living laboratory untuk menghasilkan inovasi layanan kesehatan yang cerdas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat komitmen UGM dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat diterapkan secara nyata. GATe-eKarsa diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya inovasi lain melalui sinergi antara dunia akademik, layanan kesehatan, industri, dan masyarakat.
Sumber: https://jteti.ugm.ac.id/2026/07/22/serah-terima-gate-ekarsa-dteti-dan-rsa-ugm-perkuat-sinergi-inovasi-dan-hilirisasi-riset/ (EFJ)


